BERITA & KONTEKS

Artikel berita dan konteks dengan sumber rujukan. Perhatikan tanggal terbit dan tanggal sumber.

Gencatan senjata sementara di Oleshky, dekat Kherson, memberikan peluang bagi warga sipil yang terjebak untuk meninggalkan kota dengan aman. Menurut UN News pada 30 Oktober 2026, pejabat tinggi kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa menilai setiap hari tanpa pertempuran membawa harapan. Di tengah perkembangan tersebut, kendaraan kemanusiaan masih menjadi sasaran serangan di wilayah lain Ukraina.

Harapan dari penghentian pertempuran

Koordinator Bantuan Darurat PBB Tom Fletcher mengatakan gencatan senjata di Oleshky perlu menjadi jalan masuk bagi bantuan penting dan memperluas akses kemanusiaan di kedua sisi garis depan. Ia juga menegaskan bahwa warga yang ingin pergi harus dapat melakukannya secara aman dan sukarela.

Gencatan senjata tersebut ditujukan untuk meredakan keadaan darurat kemanusiaan yang dihadapi penduduk di tepi kiri Sungai Dnipro yang dikuasai Rusia. Kesepakatan itu dimediasi oleh Ibu Negara Amerika Serikat Melania Trump, diumumkan Gedung Putih pada 23 Oktober, dan dijadwalkan berakhir pada malam 1 November.

Juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Stéphane Dujarric menyatakan PBB tidak terlibat dalam evakuasi ratusan orang dari Oleshky. Meski demikian, organisasi tersebut memberikan bantuan kemanusiaan kepada para pengungsi setelah mereka tiba di sisi garis depan yang dikuasai Ukraina.

Kendaraan kemanusiaan terkena serangan

Di tengah gencatan senjata Oleshky, Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan atau OCHA melaporkan dua kendaraan kemanusiaan terkena serangan pesawat nirawak pada Kamis. Di wilayah Zaporizhzhia, sebuah bus sipil yang telah diberi tanda secara jelas dihantam. Seorang perempuan tewas, sementara sejumlah penumpang dan pengemudi mengalami luka.

Layanan bus yang didukung Dana Kemanusiaan Ukraina kelolaan OCHA itu menyediakan transportasi penting bagi komunitas berpenduduk lebih dari 1.600 orang. Serangan lain terjadi di Sloviansk, wilayah Donetsk, ketika sebuah kendaraan evakuasi lapis baja terkena serangan dan menyebabkan dua orang yang dievakuasi terluka.

Dujarric menegaskan bahwa serangan terhadap warga sipil, infrastruktur sipil, dan pekerja kemanusiaan tidak dapat diterima serta harus dihentikan. Pernyataan itu menyoroti risiko yang tetap dihadapi masyarakat maupun petugas bantuan ketika menjalankan evakuasi dan pelayanan dasar.

Korban dan kebutuhan bantuan meningkat

Organisasi-organisasi bantuan juga menanggapi gelombang serangan mematikan terbaru di wilayah Chernihiv, Kharkiv, dan Poltava. Bantuan yang diberikan mencakup makanan hangat, bantuan tunai, pendampingan hukum, bahan untuk tempat perlindungan darurat, serta perbaikan sementara rumah-rumah yang rusak.

Menurut otoritas Ukraina yang dikutip UN News, serangan di wilayah Chernihiv menewaskan dua anak dan melukai 37 orang dalam satu hari terakhir. Di Kremenchuk, wilayah Poltava, tiga orang dilaporkan tewas dan 28 lainnya terluka.

Serangan terhadap infrastruktur energi turut menyebabkan pemadaman listrik. OCHA menyebut 190.000 konsumen di wilayah Dnipro masih tidak mendapatkan aliran listrik pada Jumat pagi. Lembaga itu menyerukan perlindungan bagi warga sipil dan infrastruktur penting ketika cuaca semakin dingin.

PBB mengecam serangan di Dnipro

Dujarric mengatakan Sekretaris Jenderal PBB mengecam keras serangan Rusia menggunakan pesawat nirawak terhadap stasiun kereta api utama di Dnipro pada Kamis. Warga sipil, termasuk anak-anak, tewas dalam serangan tersebut. Berdasarkan laporan media yang dikutip UN News, jumlah korban meninggal mencapai 15 orang.

Menurut Dujarric, serangan di Dnipro bukan peristiwa yang berdiri sendiri karena terjadi setelah serangan Rusia terhadap sejumlah kota, termasuk Kyiv, Kharkiv, Odesa, dan Zaporizhzhia. Ia menyatakan seluruh serangan tersebut merupakan pelanggaran hukum humaniter internasional dan harus dihentikan.

Sumber & bacaan lanjutan

Teruskan rasa ingin tahumu.Semua cerita di kanal ini