FotoMisteri Alam Semesta3 menit
Citra Hubble menggabungkan pengamatan Messier 30 dalam berbagai panjang gelombang. Gugus bintang purba ini menyimpan petunjuk tentang perkembangan Bima Sakti, termasuk kemungkinan pernah ditangkap dari luar galaksi.
FotoMisteri Alam Semesta3 menit
Pengamatan Hubble menunjukkan galaksi katai hanya mempertahankan sebagian kecil oksigen buatan bintangnya. Ledakan supernova diduga mendorong unsur itu keluar lebih efektif daripada perkiraan model.
FotoMisteri Alam Semesta3 menit
Awan panjang di dekat gunung berapi Arsia Mons hanya muncul pada pagi hari selama musim semi dan musim panas Mars. Pembentukannya masih menjadi teka-teki karena atmosfer atas planet itu sangat tipis dan miskin debu.
FotoMisteri Alam Semesta2 menit
Irisan Teghaza 001, salah satu meteorit Mars paling purba yang pernah ditemukan di Bumi, membantu ilmuwan menentukan umur batuan serta mengenali mineral yang merekam perjalanan panjangnya.
FotoMisteri Alam Semesta3 menit
NASA meminta informasi dari industri mengenai kemungkinan menaikkan orbit, memperbaiki kemampuan, atau mengakhiri operasi Teleskop Antariksa Hubble secara terkendali.
FotoMisteri Alam Semesta3 menit
Vietnam bergabung dengan Artemis Accords, kesepakatan prinsip untuk mendukung eksplorasi Bulan, Mars, dan ruang angkasa secara damai, transparan, aman, serta bertanggung jawab.
FotoMisteri Alam Semesta3 menit
Empat relawan akan keluar dari habitat CHAPEA di Johnson Space Center setelah hidup terisolasi selama 378 hari. Simulasi ini membantu NASA mempelajari tantangan manusia dalam misi antariksa jangka panjang.
FotoMisteri Alam Semesta3 menit
Pengukuran selama 1.645 hari Mars menemukan partikel debu yang cukup kecil untuk menembus jauh ke paru-paru. Temuan Perseverance dapat membantu NASA merancang pakaian antariksa dan habitat yang lebih aman.
FotoMisteri Alam Semesta2 menit
Citra astronomi NASA pada 26 Oktober 2026 menampilkan M42, kawasan pembentukan bintang selebar sekitar 40 tahun cahaya yang berada 1.500 tahun cahaya dari Bumi.
FotoMisteri Alam Semesta3 menit
NASA merancang Artemis III sebagai misi uji berawak selama 14 hari pada 2027. Orion akan bertemu dan merapat dengan wahana uji Blue Moon serta Starship sebelum pendaratan astronaut di Bulan direncanakan pada 2028.
FotoMisteri Alam Semesta3 menit
NASA mengubah rancangan dan pola operasi pendarat yang dikembangkan Blue Origin dan SpaceX. Dua pendekatan berbeda kini dipersiapkan untuk membawa astronaut ke permukaan Bulan pada 2028.
FotoMisteri Alam Semesta3 menit
Citra tajam Hubble memperlihatkan galaksi jauh yang terdistorsi oleh gravitasi galaksi di depannya. Pengamatan ini menjadi dasar bagi Teleskop Antariksa Nancy Grace Roman untuk memetakan lebih banyak lensa gravitasi dan materi gelap.
FotoMisteri Alam Semesta3 menit
Mesin pengembangan RS-25 diuji selama 500 detik di Stennis Space Center. Pengujian ini menilai komponen penerbangan dan sistem pelindung termal baru untuk misi Artemis mendatang.
FotoMisteri Alam Semesta3 menit
Desain bilah roamx-0201 dikembangkan untuk menghadapi atmosfer tipis Mars. Simulasi menunjukkan helikopter masa depan berpotensi terbang hingga 18,7 kilometer sambil membawa instrumen ilmiah.
FotoMisteri Alam Semesta3 menit
Empat anggota CHAPEA Mission 2 telah menjalani 365 hari dalam habitat simulasi Mars di Houston. Penelitian ini menguji kesehatan, kinerja, dan kemampuan kru menghadapi keterbatasan misi panjang.
FotoMisteri Alam Semesta3 menit
Pulsar bukan bintang yang benar-benar menyala dan padam. Denyut teraturnya muncul ketika berkas radiasi dari bintang neutron yang berputar berulang kali melintasi arah pandang Bumi.
FotoMisteri Alam Semesta2 menit
Sebuah planet yang tidak mudah terlihat dapat meninggalkan pola cincin pada debu di sekitar bintangnya. Simulasi NASA menunjukkan bagaimana gravitasi planet mirip Bumi mengumpulkan debu menjadi struktur yang membantu astronom membaca keberadaan dunia jauh.
Ilustrasi AIMisteri Alam Semesta3 menit
Planet pengembara tidak mengorbit bintang. Dunia gelap ini sulit terlihat, tetapi gravitasinya dapat menyingkap keberadaannya ketika membelokkan cahaya bintang yang jauh.
FotoMisteri Alam Semesta2 menit
Bulan berputar sekaligus mengorbit Bumi dalam irama yang sama. Keselarasan ini membuat satu belahan terus menghadap kita, bukan karena Bulan berhenti berotasi.
FotoMisteri Alam Semesta2 menit
Cahaya Bulan yang kita lihat adalah pantulan cahaya Matahari. Pada setiap saat, Matahari menyinari separuh Bulan, sedangkan separuh lainnya berada dalam kegelapan. Namun, bagian terang yang dapat kita lihat berubah ketika Bulan bergerak mengelilingi Bumi.
Ilustrasi AIMisteri Alam Semesta2 menit
Kelap-kelip bintang yang kita lihat dari Bumi terutama muncul ketika cahayanya melewati atmosfer yang bergerak.