BERITA & KONTEKS

Artikel berita dan konteks dengan sumber rujukan. Perhatikan tanggal terbit dan tanggal sumber.

Sebanyak 438.126 murid SMA, SMK, SLB, dan sederajat di Jawa Timur terdaftar mengikuti Tes Kemampuan Akademik atau TKA. Menurut Kompas.com, pelaksanaan tes secara daring berlangsung pada 26 Oktober hingga 8 November 2026 di sekolah masing-masing, dengan jadwal yang disusun berdasarkan pembagian gelombang.

Kesiapan teknis menjadi perhatian

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, dinas pendidikan kabupaten dan kota, cabang dinas, serta kepala sekolah memastikan persiapan teknis dan administratif. Perangkat komputer, jaringan internet, pasokan listrik, ruang tes, proktor, dan teknisi harus siap sebelum ujian berlangsung.

Khofifah juga meminta adanya langkah antisipasi dan jalur pelaporan yang jelas agar setiap kendala dapat segera ditangani. Sekolah penyelenggara mandiri diminta menyiagakan perangkat uninterruptible power supply untuk server dan komputer proktor. Generator set juga perlu disiapkan jika memungkinkan.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk mencegah gangguan teknis. Dilaporkan ANTARA News Jawa Timur, koordinasi itu melibatkan PT PLN dan PT Telkom Indonesia wilayah Jawa Timur untuk mengantisipasi masalah listrik maupun konektivitas selama TKA.

Peserta terdaftar mencapai 94,54 persen

Berdasarkan data Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur yang merujuk pada dasbor pusat TKA Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah per 16 Oktober 2026, sebanyak 438.126 murid telah terdaftar. Jumlah tersebut setara dengan 94,54 persen dari total 463.397 calon peserta.

Pelaksanaan secara bertahap diharapkan membantu sekolah mengatur sarana dan sesi ujian. Setiap peserta juga perlu memahami jadwal serta sesi tes yang harus diikuti agar penyelenggaraan berjalan tertib dan tidak menimbulkan kebingungan.

Murid diminta tenang dan jujur

Selain sarana teknis, kesiapan mental murid menjadi perhatian. Khofifah meminta guru memberikan pendampingan psikologis, sedangkan orang tua diharapkan memberikan dukungan positif tanpa membebani anak dengan tuntutan nilai yang berlebihan.

Khofifah mengingatkan peserta agar tetap tenang, percaya diri, dan menjunjung kejujuran saat mengerjakan tes. Menurutnya, TKA dapat menjadi kesempatan untuk menunjukkan hasil belajar sekaligus membantu murid mengenali kemampuan dan potensi diri masing-masing.

Ia menegaskan bahwa nilai asesmen bukan satu-satunya penentu masa depan. Setiap anak memiliki kecerdasan, kelebihan, dan potensi yang berbeda sehingga proses belajar, kesungguhan, serta pengembangan diri tetap penting setelah ujian selesai.

Hasil untuk pemetaan pendidikan

TKA digunakan sebagai instrumen berstandar untuk memperoleh gambaran capaian akademik murid. Hasilnya dapat menjadi bahan pertimbangan dalam seleksi menuju jenjang pendidikan berikutnya sesuai ketentuan yang berlaku.

Aries menyampaikan bahwa hasil TKA juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan evaluasi untuk memetakan kebutuhan pembelajaran, meningkatkan kompetensi guru, dan mendukung pemerataan mutu pendidikan. Dengan demikian, pelaksanaan tes tidak hanya berkaitan dengan capaian setiap peserta, tetapi juga memberikan gambaran bagi upaya peningkatan pendidikan.

Sumber & bacaan lanjutan

Teruskan rasa ingin tahumu.Semua cerita di kanal ini