BERITA & KONTEKS

Artikel berita dan konteks dengan sumber rujukan. Perhatikan tanggal terbit dan tanggal sumber.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dibuka melemah tipis pada perdagangan Senin. ANTARA melaporkan, rupiah turun 2 poin atau 0,01 persen menjadi Rp18.149 per dolar AS, dari penutupan sebelumnya Rp18.147 per dolar AS. Perhatian investor tertuju pada sejumlah data ekonomi domestik yang dijadwalkan dirilis pada hari yang sama.

Bergerak terbatas pada pembukaan

Pergerakan pada pembukaan melanjutkan pelemahan yang terjadi pada akhir pekan sebelumnya. Mengutip data Bloomberg yang diberitakan KONTAN, rupiah di pasar spot pada Jumat, 30 Oktober, ditutup turun 0,06 persen secara harian ke posisi Rp18.147 per dolar AS. Dalam sepekan, rupiah spot tercatat terkoreksi 0,37 persen.

Chief Analyst Doo Financial Futures Lukman Leong memperkirakan rupiah akan cenderung bergerak datar. Menurut pernyataannya kepada ANTARA, investor sedang menunggu rangkaian data ekonomi domestik, termasuk inflasi dan perdagangan, sebelum menentukan arah berikutnya. Dengan kondisi tersebut, pergerakan kurs pada awal pekan diperkirakan belum terlalu jauh dari posisi penutupan sebelumnya.

Inflasi dan perdagangan menjadi perhatian

Dalam perkiraan yang disampaikan Lukman, inflasi disebut berpeluang naik tipis dari 3,28 persen menjadi 3,3 persen. Sementara itu, neraca perdagangan diprediksi masih mencatat surplus sebesar 1,9 miliar dolar AS. Angka-angka tersebut merupakan perkiraan analis, bukan hasil resmi yang telah diumumkan.

Data inflasi dan neraca perdagangan dapat menjadi pertimbangan pelaku pasar dalam membaca kondisi ekonomi domestik. Karena itu, investor cenderung menunggu rilis data sebelum mengambil posisi yang lebih besar di pasar keuangan. Sikap menanti tersebut ikut membuat rupiah diperkirakan bergerak terbatas pada perdagangan Senin.

Tekanan dari arus dana asing

Selain penantian terhadap data ekonomi, tekanan terhadap rupiah dinilai berasal dari sentimen domestik. KONTAN melaporkan pandangan Lukman bahwa suasana penghindaran risiko turut disertai aksi jual bersih investor asing secara berkelanjutan di pasar saham dalam negeri.

Kepada ANTARA, Lukman menyebut investor asing membukukan penjualan bersih sebesar Rp3 triliun di seluruh pasar selama sepekan sebelumnya. Kondisi itu dinilai membuat sentimen domestik secara umum masih lemah. Pada saat yang sama, mata uang Asia juga dilaporkan dibuka melemah, sehingga rupiah tidak memperoleh banyak dukungan dari pergerakan regional.

Harga minyak dan kisaran rupiah

Sentimen eksternal juga datang dari penurunan harga minyak dunia di tengah harapan adanya perundingan untuk mengakhiri perang antara Amerika Serikat dan Iran. Namun, perkembangan perundingan tersebut masih diliputi persyaratan. ANTARA, dengan mengutip Sputnik, melaporkan bahwa Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohsen Rezaei pada Sabtu, 31 Oktober, menyatakan perundingan hanya akan berlangsung apabila Washington menerima tujuh syarat yang diajukan Teheran.

Dengan mempertimbangkan data domestik, arus dana asing, pergerakan mata uang Asia, dan sentimen harga minyak, Lukman memperkirakan rupiah berada dalam rentang Rp18.100 hingga Rp18.200 per dolar AS. Kisaran itu merupakan proyeksi analis dan tetap bergantung pada respons pasar terhadap perkembangan ekonomi yang muncul sepanjang perdagangan.

Sumber & bacaan lanjutan

Teruskan rasa ingin tahumu.Semua cerita di kanal ini