Artikel berita dan konteks dengan sumber rujukan. Perhatikan tanggal terbit dan tanggal sumber.
Komisi Pemberantasan Korupsi menggeledah tiga lokasi di Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Kamis, 22 Oktober 2026. Menurut laporan Kompas.com, penggeledahan tersebut berkaitan dengan penyidikan dugaan korupsi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Klaten dan dugaan suap untuk menghapus temuan audit Badan Pemeriksa Keuangan.
Tiga lokasi digeledah
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan kepada Kompas.com bahwa penyidik melakukan penggeledahan di tiga lokasi di wilayah Semarang. Salah satu lokasi itu adalah Kantor BPK Perwakilan Provinsi Jawa Tengah, sedangkan dua lokasi lainnya merupakan rumah pihak terkait.
Dalam rangkaian penggeledahan tersebut, penyidik mengamankan dan menyita sejumlah dokumen serta barang bukti elektronik milik pihak terkait. Menurut Budi, barang bukti elektronik itu diduga berhubungan dengan dugaan pemberian suap untuk menghapus hasil temuan audit BPK di wilayah Kabupaten Klaten.
Penyidik juga menemukan dan menyita uang tunai ketika menggeledah Kantor BPK Perwakilan Provinsi Jawa Tengah. Kompas.com melaporkan nilai uang tersebut mencapai ratusan juta rupiah, tetapi tidak mencantumkan jumlah terperinci dalam laporan mengenai penggeledahan itu.
Dugaan penghapusan temuan audit
Penggeledahan ini merupakan perkembangan setelah operasi tangkap tangan KPK pada 15 Oktober 2026. Menurut Kompas.com, Kepala BPK Jawa Tengah Ahmad Luthfi terjaring dalam operasi tersebut bersama Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo dan pihak swasta.
Ahmad Luthfi disebut diduga meminta Rp600 juta untuk menghapus temuan kelebihan pembayaran honorarium sebesar Rp5 miliar. Nilai yang diminta itu kemudian disebut dinegosiasikan menjadi Rp400 juta. Dugaan tersebut menjadi bagian dari perkara yang sedang ditangani KPK.
Kumparan.com melaporkan bahwa Hamenang diduga menerima suap dari organisasi perangkat daerah dan memberikan uang kepada oknum BPK berkaitan dengan audit. Dalam operasi tangkap tangan itu, KPK mengamankan uang tunai sekitar Rp1,9 miliar serta membawa sebuah tong biru yang diduga digunakan untuk menyimpan uang penerimaan tersebut.
Puluhan orang diamankan
Dalam operasi di Klaten dan Jakarta tersebut, sebanyak 20 orang diamankan KPK. Berdasarkan laporan Kumparan.com, mereka terdiri atas penyelenggara negara, aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Klaten dan BPK, serta pihak swasta.
Penyitaan dokumen, barang bukti elektronik, dan uang tunai dari penggeledahan di Semarang menjadi bagian dari upaya penyidik menelusuri dugaan aliran uang serta kaitannya dengan hasil audit. Keterangan KPK yang dikutip Kompas.com menyebut barang bukti elektronik yang diamankan diduga berkaitan dengan upaya menghapus temuan audit di Kabupaten Klaten.
Hamenang dipecat dari PDIP
Di tengah proses hukum tersebut, PDIP memecat Hamenang Wajar Ismoyo dari keanggotaan partai. Ketua DPP PDIP Bidang Kehormatan Partai Komarudin Watubun menyatakan pemecatan telah diproses pada Senin sebelum keterangannya di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, pada Rabu, 21 Oktober.
Menurut Komarudin sebagaimana dilaporkan Kumparan.com, tindakan itu merupakan perintah Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Ia mengatakan partai mengambil tindakan tegas terhadap kader yang terlibat korupsi dan memastikan Hamenang sudah bukan kader PDIP. Komarudin juga menyebut partai sebelumnya telah memberikan peringatan kepada seluruh kader, termasuk Hamenang.


