BERITA & KONTEKS

Artikel berita dan konteks dengan sumber rujukan. Perhatikan tanggal terbit dan tanggal sumber.

Enam penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta dibatalkan pada Senin, 19 Oktober 2026, akibat dampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan. Dilaporkan Kompas.com, kabut asap menurunkan jarak pandang di beberapa bandara tujuan hingga berada di bawah batas minimum operasional penerbangan. Kendati terjadi pembatalan, pengelola menyatakan kegiatan bandara secara umum masih berjalan lancar dan terkendali.

Rute dan maskapai belum disebutkan

Assistant Deputy Communication & Legal KC Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Yudistiawan, mengatakan data operasional menunjukkan terdapat enam penerbangan yang dibatalkan. Namun, pihak bandara belum menyebutkan rute maupun maskapai yang terdampak pembatalan tersebut.

Gangguan terjadi ketika kabut asap melanda sejumlah wilayah Indonesia. Penurunan jarak pandang pada bandara tujuan dapat memengaruhi kelancaran penerbangan karena operasional harus mengikuti batas minimum yang berlaku. Dalam kondisi tersebut, keselamatan menjadi pertimbangan utama sebelum penerbangan dapat dilaksanakan.

Mitigasi disiapkan di terminal

Manajemen Bandara Soekarno-Hatta menyatakan langkah mitigasi telah disiagakan di setiap terminal. Upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi penumpukan atau kepadatan pengguna jasa sebagai dampak perubahan jadwal maupun pembatalan penerbangan.

Pihak bandara juga terus berkoordinasi dengan maskapai dan pemangku kepentingan terkait. Pemantauan dilakukan terhadap kondisi operasional penerbangan serta penanganan penumpang yang terdampak. Calon penumpang diimbau memeriksa status dan jadwal terbaru melalui saluran resmi maskapai sebelum berangkat menuju bandara. Informasi tambahan mengenai layanan Bandara Soekarno-Hatta dapat diperoleh melalui Contact Center InJourney Airports di nomor 172.

AirAsia menyebut operasi relatif terkendali

Dalam laporan Kontan, Indonesia AirAsia menyatakan belum mengalami dampak signifikan akibat kabut asap karhutla di Sumatra maupun Kalimantan hingga 19 Oktober 2026. Director of Indonesia Affairs & Strategic Communication Indonesia AirAsia, Eddy Krismeidi, mengatakan maskapai terus memantau cuaca dan jarak pandang di bandara tujuan serta berkoordinasi dengan pihak terkait.

Menurut Eddy, penyesuaian penerbangan akan dilakukan apabila kabut asap mulai memengaruhi keselamatan. Maskapai juga masih mencermati pengaruh kondisi tersebut terhadap permintaan penerbangan dan kinerja finansial. Ia menegaskan bahwa keselamatan penumpang dan awak pesawat tetap menjadi prioritas.

Ribuan penerbangan domestik terdampak

Kontan melaporkan bahwa Kementerian Perhubungan mencatat 2.458 penerbangan berjadwal dalam negeri terdampak karhutla sepanjang 11 Agustus hingga 17 Oktober 2026. Angka itu meningkat 437 penerbangan dibandingkan catatan pada 13 Oktober 2026 yang mencapai 2.021 penerbangan.

Sekretaris Jenderal Indonesia National Air Carriers Association, Bayu Sutanto, menyatakan gangguan penerbangan berdampak langsung terhadap pendapatan maskapai. Penerbangan yang terganggu tidak menghasilkan pendapatan seperti yang direncanakan, sedangkan sejumlah biaya operasional tetap berjalan. Menurutnya, maskapai dengan frekuensi tinggi di wilayah terdampak memiliki potensi gangguan lebih besar, termasuk di Kalimantan, Maluku, Maluku Utara, dan Sumatra.

INACA belum menghitung secara khusus potensi kerugian industri penerbangan akibat kondisi tersebut. Bayu menyebut ruang efisiensi maskapai terbatas apabila gangguan berkaitan dengan keselamatan penerbangan. Selain berdampak pada operasional industri, karhutla juga dinilainya memengaruhi kesehatan warga.

Sumber & bacaan lanjutan

Teruskan rasa ingin tahumu.Semua cerita di kanal ini