Artikel edukasi dengan sumber rujukan yang tercantum di bawah.
Bayangkan sebuah planet tanpa bintang induk yang menjadi pusat orbitnya. Planet itu tidak memiliki tahun atau pergantian musim yang ditentukan oleh orbit mengelilingi bintang induk. Objek semacam itu disebut planet pengembara, planet bebas, atau rogue planet. Mereka bergerak melintasi galaksi tanpa terikat pada satu bintang. Karena tidak menerima cahaya dari bintang dekat, banyak di antaranya sangat redup dan dingin. Namun, kegelapan tidak membuatnya sepenuhnya tak terdeteksi.
Dunia yang terlepas dari rumahnya
Sebagian planet pengembara mungkin bermula di dalam sistem planet biasa. Pada masa pembentukan yang kacau, perjumpaan gravitasi dengan planet lain atau bintang yang lewat dapat mengubah orbit secara drastis. Jika dorongannya cukup kuat, sebuah planet dapat terlontar keluar dari pengaruh bintang induknya dan kemudian mengorbit pusat galaksi secara mandiri.
Ada pula objek bermassa planet yang mungkin terbentuk langsung dari keruntuhan awan gas dan debu, menyerupai proses kelahiran bintang. Asal-usul ini menimbulkan persoalan klasifikasi. ESA menjelaskan bahwa katai cokelat bermassa rendah dapat memiliki massa yang tumpang tindih dengan planet raksasa. Karena itu, massa saja belum selalu mengungkap apakah suatu objek terbentuk seperti planet, seperti bintang, atau pernah dikeluarkan dari sebuah sistem.
Menemukan sesuatu yang hampir tidak bercahaya
Metode pencarian eksoplanet biasanya bergantung pada bintang induk, misalnya dengan mengukur peredupan ketika planet melintas atau goyangan bintang akibat tarikan gravitasi. Planet pengembara tidak menyediakan petunjuk tersebut. NASA menjelaskan bahwa astronom dapat memakai pelensaan mikro gravitasi: ketika sebuah objek melintas hampir segaris dengan bintang latar, gravitasinya membelokkan dan memperkuat cahaya bintang itu untuk sementara.
Kenaikan cahaya tersebut tidak berarti planet tiba-tiba menyala. Planet bertindak seperti lensa kosmik, sedangkan sumber cahayanya tetap bintang yang jauh. Sinyal planet pengembara dapat berlangsung hanya beberapa jam hingga beberapa hari, lalu tidak terulang karena susunan objek telah berubah. Jendela singkat inilah yang membuat pengamatan dan penentuan massanya menantang.
Mengapa para astronom memburunya?
Jumlah dan massa planet pengembara dapat menguji gambaran tentang kelahiran sistem planet. Jika banyak planet kecil ditemukan, hasil itu dapat menunjukkan seberapa sering interaksi gravitasi melempar dunia muda ke ruang antarbintang. Jika sebagian terbentuk secara terisolasi, pengamatan juga membantu menelusuri batas antara planet dan katai cokelat.
Survei teleskop ruang angkasa membuka peluang untuk memperluas pencarian. Dalam penjelasan rancangan surveinya, NASA menyebut Nancy Grace Roman Space Telescope akan memantau ratusan juta bintang dan diperkirakan menemukan ratusan planet pengembara; angka ini merupakan perkiraan survei, bukan jumlah penemuan yang sudah dikonfirmasi. ESA juga melaporkan pada 2023 bahwa Webb mengamati objek bebas bermassa beberapa kali Jupiter yang kemungkinan besar merupakan katai cokelat. Pada 2024, hasil awal Euclid menunjukkan kemampuan mencari objek bermassa planet di wilayah pembentukan bintang. Pengamatan ini membantu menelaah hubungan dan perbedaan antara planet pengembara dan katai cokelat.



