Artikel edukasi dengan sumber rujukan yang tercantum di bawah.
Cahaya Bulan yang kita lihat adalah pantulan cahaya Matahari. Pada setiap saat, Matahari menyinari separuh Bulan, sedangkan separuh lainnya berada dalam kegelapan. Namun, bagian terang yang dapat kita lihat berubah ketika Bulan bergerak mengelilingi Bumi.
Penjelasan
Saat Bulan berada di antara Bumi dan Matahari, sisi yang diterangi menghadap menjauhi kita. Fase ini disebut Bulan baru dan biasanya tidak terlihat dari Bumi. Ketika Bulan melanjutkan orbitnya, sedikit demi sedikit bagian yang terkena cahaya mulai tampak sebagai sabit. Bagian terang kemudian terlihat semakin besar hingga mencapai perbani awal dan fase cembung membesar.
Pada fase purnama, posisi Bulan berada di sisi berlawanan dari Matahari jika dilihat dari Bumi. Sisi siangnya menghadap ke arah kita sehingga hampir seluruh permukaan yang terlihat tampak terang. Setelah itu, bagian terang yang terlihat kembali mengecil melalui fase cembung mengecil, perbani akhir, dan sabit mengecil sebelum siklus dimulai lagi.
NASA menjelaskan bahwa urutan lengkapnya terdiri atas delapan fase: Bulan baru, sabit membesar, perbani awal, cembung membesar, purnama, cembung mengecil, perbani akhir, dan sabit mengecil. Siklus dari Bulan baru ke Bulan baru berikutnya berlangsung sekitar 29,5 hari.
Fase Bulan bukan disebabkan oleh bayangan Bumi. Bayangan Bumi hanya menutupi Bulan ketika terjadi gerhana Bulan. Dalam siklus biasa, perubahan bentuk itu muncul karena sudut pandang kita terhadap bagian Bulan yang selalu disinari Matahari terus berubah sepanjang orbitnya. Karena itu, Bulan tidak benar-benar berubah bentuk atau kehilangan cahaya; yang berubah adalah seberapa banyak sisi terangnya dapat terlihat dari Bumi. Pola ini dapat diamati berulang kali dari bulan ke bulan.



