EDUKASI

Artikel edukasi dengan sumber rujukan yang tercantum di bawah.

Sebelum astronaut kembali menginjak permukaan Bulan, NASA akan menjalankan salah satu misi uji paling rumit dalam sejarah badan tersebut. Artemis III dijadwalkan meluncur pada 2027 dengan membawa empat astronaut ke orbit rendah Bumi, bukan langsung menuju Bulan. Di sana, awak akan menguji cara pesawat Orion bekerja bersama dua rancangan wahana pendarat komersial yang sangat berbeda.

Latihan sebelum pendaratan

Artemis III dirancang sebagai langkah pengurangan risiko menjelang upaya pendaratan berawak di dekat Kutub Selatan Bulan pada 2028. Selama misi sekitar 14 hari, astronaut dan pengendali penerbangan akan berlatih melakukan pertemuan antarpesawat, penyandaran, penggunaan ruang awak, serta berbagai prosedur operasional.

Awak misi terdiri atas astronaut NASA Randy Bresnik, Frank Rubio, dan Andre Douglas, bersama astronaut ESA Luca Parmitano. Mereka akan berada di dalam Orion, sementara wahana uji pendarat dari Blue Origin dan SpaceX diluncurkan secara terpisah. Dengan demikian, misi ini melibatkan tiga pesawat ruang angkasa yang berangkat menggunakan tiga roket angkut berat berbeda dalam rentang waktu relatif singkat.

Pertemuan dengan Blue Moon

Tahap awal dimulai ketika Blue Origin meluncurkan wahana uji Blue Moon Mark 2 ke orbit melingkar sekitar 273 mil di atas Bumi. Wahana ini dapat bertahan di orbit hingga 30 hari, sehingga jadwal peluncuran berikutnya memiliki ruang penyesuaian. Setelah kondisinya dipastikan baik, Orion akan diluncurkan dengan roket SLS dari Kennedy Space Center di Florida.

Orion mula-mula memasuki orbit elips 18 kali 1.122 mil. Pesawat kemudian melakukan serangkaian manuver menuju orbit melingkar sekitar 345 mil untuk menstabilkan kondisi termalnya, sebelum bergerak mendekati Blue Moon. Dalam dua hari pertama, awak memeriksa sistem Orion dan mempersiapkan operasi jarak dekat serta penyandaran.

Setelah kedua wahana tersambung, astronaut akan memasuki Blue Moon selama kurang lebih dua hari. Mereka akan menilai lingkungan kabin, perangkat kendali, sistem penunjang kehidupan, tekanan, dan kemampuan wahana mempertahankan atmosfer yang sesuai. Pengujian ini penting karena sistem yang bekerja sendiri-sendiri di darat belum tentu menunjukkan perilaku yang sama ketika dipadukan dalam satu kendaraan di ruang angkasa.

Uji singkat bersama Starship

Seusai berpisah dari Blue Moon, Orion akan mengatur kembali posisinya untuk bertemu wahana uji Starship Version 3 milik SpaceX. Starship diluncurkan lebih belakangan karena dirancang memiliki masa operasi di orbit yang lebih singkat. Wahana itu akan berada pada orbit 206 mil laut dan dilengkapi sistem penyandaran tambahan di bagian depan.

Orion dijadwalkan merapat dengan Starship dalam pengujian yang berlangsung hingga dua jam. Astronaut tidak akan memasuki Starship. Fokusnya adalah menilai kemampuan pengendalian, komunikasi, kinerja perangkat lunak terpadu, serta dinamika ketika kedua pesawat tersambung dan kembali berpisah.

Dua rancangan, satu misi

Blue Moon dan Starship menggunakan posisi penyandaran berbeda. Orion akan tersambung ke pelabuhan di samping kabin awak Blue Moon, sedangkan pada Starship sistem penyandaran depan Orion akan disejajarkan dengan bagian hidung wahana tersebut. Dua pendekatan dalam satu penerbangan memberi NASA kesempatan membandingkan konsep operasi sekaligus mengumpulkan data teknik.

Koordinasi orbit menjadi tantangan utama karena setiap wahana beroperasi pada ketinggian dan pola orbit yang disesuaikan dengan kebutuhannya. Semua manuver harus diatur secara cermat agar pertemuan berlangsung pada tempat dan waktu yang tepat. Selain menguji perangkat keras, Artemis III akan melatih kerja bersama antara awak, pengendali penerbangan, NASA, dan mitra industri.

Sumber & bacaan lanjutan

Teruskan rasa ingin tahumu.Semua cerita di kanal ini