Artikel berita dan konteks dengan sumber rujukan. Perhatikan tanggal terbit dan tanggal sumber.
Pasar ponsel pintar India mencatat penurunan tajam pada kuartal III 2026. Menurut laporan Omdia yang diberitakan GSMArena.com, jumlah pengiriman turun 26 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu menjadi 35,8 juta unit. Capaian tersebut merupakan tingkat pengiriman kuartal III terendah sejak 2016, meskipun periode itu telah memasuki awal musim perayaan.
Harga menekan permintaan
Omdia mengaitkan pelemahan pasar dengan kenaikan harga dan kehati-hatian konsumen dalam membelanjakan uang. Tekanan harga juga memengaruhi pengelolaan persediaan di jalur distribusi, sehingga dampaknya tidak hanya dirasakan pembeli, tetapi juga peritel dan produsen.
Kondisi tersebut membuat persaingan antarmerek berubah. Pangsa gabungan merek asal China turun menjadi sekitar 68 persen, dari 75 persen pada kuartal yang sama setahun sebelumnya. Pada saat bersamaan, posisi Samsung dan Apple menguat di pasar India.
Samsung kembali memimpin
Samsung merebut kembali posisi pertama untuk pertama kalinya sejak kuartal I 2024. Perusahaan itu mengirimkan 6,7 juta unit dan menguasai sekitar 19 persen pasar. Galaxy A07, Galaxy A17, dan Galaxy A27 menjadi produk terlarisnya, sementara seri Galaxy S26, perangkat lipat terbaru, dan Galaxy S26 FE turut menopang pencapaian tersebut.
vivo turun ke urutan kedua dengan pengiriman 6,4 juta unit. Angka itu merosot 34 persen secara tahunan dan menjadi penurunan paling tajam di antara lima merek teratas. Kenaikan harga berulang disebut mengganggu perencanaan persediaan distributor, sedangkan terbatasnya pasokan perangkat kelas pemula melemahkan daya saing vivo. Pengirimannya terutama ditopang Y11 5G dan Y21 5G, serta kembalinya seri S yang dipimpin S2.
Oppo, Xiaomi, dan Apple
Oppo menempati peringkat ketiga dengan 4,9 juta unit, turun 24 persen. Kenaikan harga dan sikap hati-hati peritel dalam menambah stok menekan seri A yang menjadi lini utamanya. Di segmen lebih tinggi, Reno16 membantu strategi premium Oppo melalui diferensiasi kamera dan penawaran pembiayaan.
Xiaomi berada di posisi keempat dengan 4,7 juta unit, atau turun 28 persen. Kenaikan biaya komponen dinilai melemahkan keunggulan harga yang selama ini menjadi daya tariknya. Redmi 15A dan Redmi A7 menjadi penopang utama, sedangkan seri Redmi Note 17, Poco X8, dan Poco X8 Power berkontribusi pada portofolio bernilai lebih tinggi.
Apple melengkapi lima besar dengan pengiriman 3,9 juta unit. Kinerjanya didukung penambahan stok di jalur distribusi menjelang perkiraan kenaikan harga, serta permintaan yang bertahan untuk iPhone 17 versi dasar dan iPhone 16 ketika tidak ada iPhone 18 versi dasar baru. Peluncuran iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max pada akhir kuartal juga memperoleh momentum melalui cashback bank, bonus tukar tambah, dan skema cicilan tanpa biaya.
Pasar diperkirakan masih melemah
Omdia memperkirakan pasar ponsel pintar India kembali menyusut dalam kisaran persentase satu digit rendah pada 2027. Tekanan harga diperkirakan bertahan setidaknya hingga paruh pertama tahun tersebut, sehingga produsen masih menghadapi tantangan dalam menjaga permintaan dan daya saing produk.
Di tengah tekanan itu, kemampuan kecerdasan buatan berpotensi menjadi salah satu pembeda. Hampir empat dari sepuluh orang di India disebut bersedia membayar lebih untuk ponsel apabila perangkat tersebut menawarkan kemampuan AI yang berguna. Temuan ini dapat mendorong produsen menonjolkan fungsi AI sebagai bagian dari strategi produk berikutnya.


