Artikel berita dan konteks dengan sumber rujukan. Perhatikan tanggal terbit dan tanggal sumber.
Pembeli iPhone Duo menghadapi pertimbangan lain di luar harga perangkat yang mulai Rp45 jutaan, yakni potensi biaya perbaikan jika terjadi kerusakan. Menurut laporan detikINET pada 27 Oktober 2026, perlindungan AppleCare+ dinilai penting untuk perangkat lipat generasi pertama Apple tersebut, meski bukan kewajiban bagi konsumen.
Risiko biaya perbaikan
Tech creator dan Apple enthusiast Indra iTechLife menilai AppleCare+ sangat penting bagi pemilik iPhone Duo. Ia menyoroti status perangkat tersebut sebagai produk generasi pertama dengan harga yang berada di atas rata-rata iPhone premium yang sebelumnya dijual Apple.
Pertimbangan utamanya adalah biaya perbaikan yang berpotensi tinggi apabila kerusakan tidak masuk dalam perlindungan garansi standar. Di Amerika Serikat, estimasi perbaikan layar internal iPhone Duo tanpa AppleCare+ mencapai USD 999 atau sekitar Rp18 jutaan. Untuk kategori kerusakan lainnya, biayanya dapat mencapai USD 1.499 atau sekitar Rp27 jutaan.
Nilai perbaikan tertinggi itu setara dengan lebih dari separuh harga varian termurah iPhone Duo di Indonesia. Meski demikian, angka tersebut merupakan estimasi di Amerika Serikat. Penyedia Servis Resmi Apple dapat menetapkan biaya berbeda setelah melakukan pemeriksaan terhadap kondisi perangkat.
Perbedaan garansi dan perlindungan tambahan
AppleCare+ tidak diwajibkan bagi pembeli iPhone Duo. Perangkat tetap dilengkapi garansi standar Apple yang mencakup cacat produksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Namun, garansi standar tidak menanggung kerusakan yang terjadi secara tidak disengaja, seperti layar pecah akibat perangkat terjatuh.
Perlindungan tambahan dapat membantu menekan biaya layanan ketika terjadi insiden semacam itu. Di Indonesia, perlindungan untuk iPhone ditawarkan mulai Rp1.599.000 untuk masa dua tahun. Nominal layanan dengan AppleCare+ belum termasuk harga paket perlindungan tersebut.
Sebelum membeli, konsumen disarankan memastikan harga paket, cakupan perlindungan untuk layar lipat, serta ketentuan klaim yang berlaku di Indonesia. Langkah ini penting karena struktur biaya layanan dan hasil pemeriksaan perangkat dapat memengaruhi biaya yang harus dibayarkan.
Risiko menjadi pengguna awal
Kemunculan laporan mengenai kerusakan layar turut menjadi perhatian pada masa awal peredaran iPhone Duo. Indra mengatakan berbagai isu saat peluncuran iPhone baru merupakan hal yang kerap ditemui oleh reviewer teknologi. Karena itu, penilaian kualitas perangkat tidak cukup hanya berdasarkan pengalaman penggunaan dalam waktu singkat.
Menurut Indra, pembaruan ulasan setelah tiga bulan, enam bulan, dan periode berikutnya diperlukan untuk melihat kualitas serta ketahanan produk dalam pemakaian lebih panjang. Hasil pengamatan tersebut dapat menjadi salah satu pertimbangan bagi konsumen dalam menentukan kelayakan perangkat.
Ia juga mengingatkan bahwa pengguna awal perlu memahami risiko membeli produk generasi pertama. Keputusan akhir tetap berada pada masing-masing pembeli, termasuk dalam menilai apakah biaya tambahan untuk perlindungan sepadan dengan risiko yang mungkin dihadapi.
Harapan terhadap layanan purnajual
Selain mempertimbangkan AppleCare+, perhatian juga tertuju pada layanan purnajual di Indonesia. Indra berharap konsumen iPhone Duo memperoleh pelayanan dan perlindungan yang memadai agar tetap merasa nyaman dan aman setelah membeli perangkat dengan harga puluhan juta rupiah.
Dengan harga awal sekitar Rp45 jutaan dan estimasi perbaikan yang dapat mencapai belasan hingga puluhan juta rupiah, AppleCare+ menjadi pilihan yang patut dihitung sejak awal. Perlindungan itu bukan pengganti kehati-hatian, tetapi dapat menjadi cara untuk mengurangi beban biaya apabila terjadi kerusakan tidak disengaja yang tidak dicakup garansi standar.


