BERITA & KONTEKS

Artikel berita dan konteks dengan sumber rujukan. Perhatikan tanggal terbit dan tanggal sumber.

Ketahanan engsel dan perubahan pada permukaan layar menjadi perhatian utama pada ponsel lipat. Dilaporkan detikinet pada 24 Oktober 2026, iPhone Duo telah menjalani dua pengujian independen dengan mesin yang membuka dan menutup perangkat secara berulang. Engselnya tetap bekerja dengan baik, tetapi bekas lipatan pada layar menunjukkan perubahan nyata.

Diuji pada suhu ruangan dan freezer

YouTuber Tim Pan memasangkan iPhone Duo pada mesin yang dapat membuka dan menutup perangkat secara otomatis. Pengujian pertama dilakukan sebanyak 10.500 lipatan pada suhu ruangan untuk melihat ketahanan mekanisme engsel dalam pemakaian berulang.

Pengujian kemudian dilanjutkan sebanyak 1.000 kali di dalam freezer dengan suhu minus 20 derajat Celsius. Setelah rangkaian tersebut, engsel titanium iPhone Duo dilaporkan masih berfungsi dengan baik serta dapat terus dibuka dan ditutup secara lancar.

iPhone Duo menggunakan engsel titanium yang dicetak secara tiga dimensi. Layar utamanya memiliki lapisan nano-texture yang disebut dapat mengurangi pantulan cahaya sekaligus meminimalkan tampilan lipatan di bagian tengah layar.

Bekas lipatan layar semakin nyata

Meskipun mekanisme engsel tetap bekerja, Pan menemukan perubahan pada bagian tengah layar. Setelah perangkat dilipat berulang kali, bekas lipatannya tampak jauh lebih dalam dibandingkan kondisi awal sebelum pengujian.

Lipatan tersebut tidak hanya semakin jelas secara visual, tetapi juga lebih terasa ketika disentuh. Temuan ini memperlihatkan perbedaan antara ketahanan fungsi engsel dan perubahan fisik yang terjadi pada permukaan layar selama proses buka-tutup berulang.

Dengan demikian, hasil pengujian tidak hanya ditentukan oleh kemampuan engsel untuk terus bergerak. Kondisi lipatan layar juga menjadi aspek yang perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi tampilan dan pengalaman ketika menyentuh bagian tengah panel.

Engsel melampaui 32.000 siklus

Pengujian terpisah dilakukan oleh jurnalis dan reviewer Joanna Stern menggunakan mesin khusus bernama Hingy. Mesin tersebut membuka dan menutup iPhone Duo secara otomatis lebih dari 32.000 kali selama empat hari.

Menurut Stern, mekanisme engsel perangkat itu tetap kokoh seperti pada hari pertama. Hasil tersebut sejalan dengan pengamatan Pan mengenai fungsi engsel, meskipun pengujian Pan turut menunjukkan bahwa lipatan pada layar menjadi semakin dalam dan jelas.

Apple belum membagikan hasil pengujian engsel iPhone Duo ataupun mengungkap angka lipatan untuk masa pakai perangkat seperti Samsung. Karena itu, penilaian mengenai ketahanannya saat ini berasal dari pengujian independen yang dilakukan para reviewer.

Catatan NFC, audio, dan temperatur

Selain durabilitas engsel dan layar, Pan menemukan sejumlah karakteristik penggunaan yang perlu diperhatikan oleh pengadopsi awal. Antena NFC hanya tersedia pada satu sisi perangkat, sehingga pembayaran dengan metode tap menjadi kurang nyaman ketika iPhone Duo berada dalam kondisi terbuka.

Earpiece juga hanya ditempatkan di atas layar eksternal. Ketika perangkat dibuka saat panggilan berlangsung, audio akan berpindah secara otomatis ke mode speaker.

Pan turut mengamati temperatur permukaan iPhone Duo meningkat sekitar 3,6 derajat Celsius ketika perangkat menjalankan tugas berat dalam keadaan terbuka. Selain itu, membuka atau menutup ponsel dengan sangat pelan dapat menyebabkan orientasi antarmuka mengarah ke posisi yang keliru.

Sumber & bacaan lanjutan

Teruskan rasa ingin tahumu.Semua cerita di kanal ini