Artikel berita dan konteks dengan sumber rujukan. Perhatikan tanggal terbit dan tanggal sumber.
iFixit membongkar iPhone Duo untuk memeriksa susunan komponen serta tingkat kesulitan perbaikannya. Situs panduan reparasi tersebut menilai perangkat ini sebagai ponsel lipat paling mudah diperbaiki dibandingkan model lipat lain yang pernah mereka bongkar. Meski demikian, kerusakan pada layar bagian dalam masih membutuhkan pengerjaan rumit, waktu panjang, dan biaya besar.
Akses komponen relatif mudah
Menurut laporan iFixit, layar luar, baterai, dan sejumlah komponen iPhone Duo cukup mudah diakses. Proses tersebut juga terbantu oleh panduan perbaikan atau repair manual yang disediakan Apple. Kemudahan akses inilah yang menjadi salah satu dasar penilaian bahwa perangkat tersebut lebih mudah diperbaiki dibandingkan ponsel lipat lain yang pernah dibongkar iFixit.
Namun, kondisi berbeda ditemukan pada layar bagian dalam. Penggantian komponen tersebut dinilai memerlukan ketelitian tinggi dan proses yang panjang. Dalam laporan yang dipublikasikan pada Minggu, 25 Oktober, iFixit menyebut biaya mengganti layar dalam dapat mencapai setengah dari harga perangkat baru secara keseluruhan.
Debu mencapai bagian engsel
Untuk memeriksa ketahanan perangkat terhadap debu, iFixit memasukkan iPhone Duo ke kantong berisi glowing dust, yaitu debu yang dapat bercahaya dalam gelap. Setelah perangkat dibongkar, sebagian besar debu ditemukan menumpuk pada lapisan perekat serta di sekitar lubang, jaring, dan lis.
Sebagian debu juga mencapai bagian engsel dan menimbulkan bunyi berderak. Pembersihan atau penggantian komponen pada area tersebut tidak sederhana karena layar fleksibel beserta penyangganya harus dilepas terlebih dahulu. Walaupun demikian, iFixit menilai perlindungan terhadap debu pada iPhone Duo lebih baik daripada beberapa ponsel lipat lainnya.
Penyangga tengah diduga memicu tekanan
Sejumlah pengguna melaporkan kemunculan garis-garis pada layar setelah memakai iPhone Duo selama beberapa hari. Berdasarkan hasil pembongkarannya, iFixit menduga salah satu penyebabnya adalah masalah pada center support bar atau batang penyangga tengah. Bagian tersebut diduga menciptakan titik tekanan yang kemudian merusak koneksi listrik pada layar.
Keluhan layar sebelumnya muncul setelah iPhone Duo mulai dijual pada Jumat, 23 Oktober. Dikutip dari 9to5Mac, kerusakan yang dilaporkan memperlihatkan pola serupa berupa retakan di garis tengah lipatan, disertai bagian layar yang menyala putih secara horizontal. Beberapa pemilik bahkan mengaku kerusakan terjadi ketika mereka masih menjalani proses pengaturan awal perangkat.
Apple menyebut hanya sejumlah kecil unit
Apple pada Senin, 26 Oktober, mengakui adanya masalah yang memengaruhi layar dalam pada sejumlah kecil unit iPhone Duo, sebagaimana dikutip dari MacRumors. Perusahaan tidak menjelaskan penyebab keretakan tersebut maupun bentuk perbaikan yang akan direncanakan. Apple menyatakan masalah itu bukan kerusakan yang perlu dikhawatirkan akan berkembang seiring waktu.
Untuk sementara, iFixit memberikan skor kemudahan perbaikan 5 dari 10. Layar dalam dan engsel menjadi bagian yang paling sulit ditangani karena penggantiannya membutuhkan banyak usaha, waktu, dan biaya. Di sisi lain, lapisan pelindung nano-texture matte dapat diganti tanpa harus mengganti seluruh layar OLED. Struktur piksel oval yang tidak sejajar serta lapisan tersebut juga dinilai mampu menyamarkan lekukan layar.
Mekanisme engsel iPhone Duo menggunakan sistem gear tersinkronasi dan pegas yang disebut fleksibel serta presisi. Struktur ini dirancang untuk mengurangi regangan atau tekanan berlebih pada panel ketika perangkat dibuka dan ditutup. Temuan iFixit tetap menempatkan layar fleksibel sebagai komponen penting yang paling menantang dalam perawatan perangkat tersebut.

