Artikel berita dan konteks dengan sumber rujukan. Perhatikan tanggal terbit dan tanggal sumber.
Program Pangan Dunia PBB atau WFP memberikan bantuan pangan darurat kepada lebih dari 400 orang yang berhasil meninggalkan Oleshky, kota yang diduduki Rusia di wilayah Kherson, Ukraina. Menurut UN News, evakuasi dilakukan selama gencatan senjata lokal yang berlangsung singkat. Pada saat bersamaan, PBB mendorong pemulihan pasokan listrik dan pemanas yang kembali terganggu akibat serangan.
Makanan hangat bagi warga yang dievakuasi
Banyak warga tiba di fasilitas medis di Kyiv pada 31 Oktober dalam kondisi yang mengkhawatirkan. WFP menyatakan mereka sebelumnya terjebak oleh pertempuran serta mengalami kekurangan parah makanan, persediaan medis, dan kebutuhan pokok lainnya selama berbulan-bulan.
Bersama Iskra Dobra, organisasi kemanusiaan Ukraina yang menjadi mitra nasionalnya, WFP menyediakan makanan hangat segera setelah para warga tiba. Bantuan tersebut akan dilanjutkan untuk periode awal selama dua minggu. WFP juga bersiap meningkatkan bantuan karena lebih banyak warga diperkirakan akan dievakuasi. Pendanaan bantuan pangan darurat ini berasal dari Amerika Serikat.
Direktur Eksekutif WFP Luke J. Lindberg mengatakan jeda kemanusiaan memberi kesempatan kepada warga yang lama menghadapi ketakutan, isolasi, dan kekurangan untuk mencapai tempat aman serta menerima pertolongan. Ia mengakui peran Ibu Negara Amerika Serikat Melania Trump dalam membantu menengahi gencatan senjata dan berharap langkah itu membuka akses kemanusiaan yang berkelanjutan. Sebelumnya, WFP telah berupaya membantu warga Oleshky, tetapi tidak memperoleh akses.
Peluang memperluas akses kemanusiaan
Koordinator Bantuan Darurat PBB Tom Fletcher menilai jendela evakuasi yang berakhir pada Minggu menunjukkan hasil yang dapat dicapai ketika pihak-pihak yang bertikai mengutamakan warga sipil. Ia menyatakan bantuan akhirnya dapat dikirim ke Oleshky dan menyerukan agar kesempatan tersebut dikembangkan untuk menjangkau lebih banyak orang di berbagai lokasi.
Namun, evakuasi itu berlangsung di tengah lingkungan yang semakin berbahaya bagi warga sipil dan operasi kemanusiaan di Ukraina. Hingga September, WFP mencatat 134 insiden keamanan yang memengaruhi lembaga tersebut dan para mitranya sejak 2023. Sebanyak 57 insiden terjadi tahun ini, dengan dampak terhadap titik distribusi, kendaraan, gudang, dan staf.
Secara nasional, WFP menjangkau lebih dari setengah juta orang setiap bulan melalui bantuan pangan dan uang tunai. Program tersebut terutama diarahkan kepada masyarakat yang tinggal di dekat garis depan.
Serangan mengganggu listrik dan pemanas
Juru bicara Sekretaris Jenderal PBB pada Senin melaporkan bahwa serangan sepanjang akhir pekan terus menewaskan dan melukai warga sipil. Serangan juga mengganggu pasokan listrik dan pemanas ketika suhu mulai menurun, dengan wilayah Dnipro dan Donetsk termasuk yang paling terdampak.
Pembangkit panas dan listrik di Kyiv serta Shostka mengalami kerusakan. Lebih dari 650 desa di wilayah Zhytomyr juga mengalami pemadaman. Gangguan tersebut memperbesar tekanan terhadap masyarakat yang harus kembali menghadapi musim dingin dalam situasi perang.
Duta Kehormatan Program Pembangunan PBB atau UNDP, Nikolaj Coster-Waldau, menyerukan kelanjutan pendanaan bagi masyarakat Ukraina. Dalam kunjungan selama satu pekan, ia bertemu keluarga di Kyiv yang hanya memperoleh jatah listrik selama beberapa jam setiap hari. Menurutnya, kerusakan infrastruktur energi berdampak langsung pada kemampuan anak-anak untuk belajar, keluarga untuk tetap hangat, serta masyarakat untuk bekerja dan merencanakan kehidupan mereka.
Peralatan energi perlu segera dipasang
Kementerian Energi Ukraina dan UNDP mengajukan kebutuhan dana sebesar 500 juta dolar melalui Ukraine Energy Installation Facility yang baru diluncurkan. Fasilitas tersebut ditujukan untuk memasang dan mengoperasikan peralatan energi yang sudah berada di Ukraina. Tahun lalu, dukungan UNDP membantu menjaga aliran listrik, pemanas, dan air bagi 6,6 juta orang.
Coster-Waldau mengatakan peralatan penting telah tersedia, tetapi perlu dipastikan segera terpasang dan berfungsi agar masyarakat memperoleh listrik serta layanan yang dibutuhkan. Ia juga bertemu para veteran yang menjalani pelatihan ulang sebagai penjinak ranjau kemanusiaan dan mengunjungi pusat pelatihan penjinakan ranjau bawah air khusus pertama di Ukraina yang didirikan UNDP.
Ia menggambarkan serangan udara terjadi siang dan malam selama kunjungannya, sementara warga tetap berusaha bekerja, berkarya, dan saling mendukung. Meski menyebut ketahanan masyarakat sebagai hal yang menginspirasi, ia mengingatkan bahwa ketahanan tersebut tidak boleh dianggap akan selalu bertahan tanpa dukungan.



