Artikel berita dan konteks dengan sumber rujukan. Perhatikan tanggal terbit dan tanggal sumber.
Peringatan terbaru dari dua badan Perserikatan Bangsa-Bangsa menunjukkan bahwa krisis Sudan tidak hanya ditentukan oleh pertempuran. Pada 14 September 2026, Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) menyatakan persediaan penting dalam jalur logistik bantuannya dapat habis pada akhir bulan, sementara Program Pangan Dunia (WFP) mengatakan kekurangan dana dapat memaksanya mengurangi operasi dalam beberapa pekan. Pernyataan tersebut adalah proyeksi risiko berdasarkan kondisi pendanaan saat diterbitkan, bukan laporan bahwa seluruh bantuan di Sudan telah berhenti.
Jalur bersama yang menopang banyak organisasi
Common Humanitarian Pipeline yang dikelola IOM menyediakan penyimpanan dan pengiriman barang bantuan nonpangan bagi lebih dari 100 mitra. Menurut IOM, sistem ini telah menjangkau 2,84 juta orang sejak Juli 2023. Jangkauannya menurun dari lebih dari satu juta orang pada 2024 menjadi 804.000 pada 2025, sedangkan sepanjang 2026 hingga pernyataan itu diterbitkan, sekitar 330.000 orang menerima perlengkapan tempat tinggal dan dukungan darurat melalui jalur tersebut.
IOM memperkirakan stok perlengkapan tempat tinggal, sanitasi, dan kebutuhan rumah tangga darurat akan habis pada akhir September 2026 tanpa dukungan donor segera. Kapasitas gudang dan operasionalnya disebut hanya dapat dipertahankan sampai Desember. Badan itu menyatakan membutuhkan 15 juta dolar AS untuk menjaga kapasitas minimum selama 12 bulan dan mendukung sekitar 305.000 orang; angka ini merupakan kebutuhan pendanaan yang diumumkan IOM, bukan dana yang telah diterima.
Kelaparan besar bertemu ruang fiskal yang menyusut
Setelah kunjungan delapan hari ke Sudan, Pelaksana Tugas Direktur Eksekutif WFP Carl Skau mengatakan sekitar 20 juta orang menghadapi kelaparan akut dan sekitar 14 juta orang telah mengungsi, termasuk pengungsian internal maupun lintas batas dalam gambaran WFP tersebut. Ia menyebut WFP tetap memiliki kehadiran dan kapasitas untuk beroperasi, tetapi tidak dapat memanfaatkannya sepenuhnya karena kekurangan dana.
WFP saat ini menjangkau sekitar empat hingga lima juta orang per bulan, termasuk jutaan orang di wilayah yang sulit dicapai. Namun Skau memperingatkan operasi dapat dikurangi secara berarti dalam beberapa pekan jika pendanaan tambahan tidak tersedia. Di El Obeid, menurut keterangannya, keterbatasan sumber daya telah memaksa badan itu memprioritaskan pendatang baru dan mengurangi dukungan bagi orang yang mengungsi sejak beberapa tahun lalu, meskipun mereka juga belum memiliki jalan aman untuk pulang atau mencari penghidupan.
Bukan sekadar persoalan gudang
Perang antara Angkatan Bersenjata Sudan (SAF) dan Pasukan Dukungan Cepat (RSF), beserta pasukan sekutu masing-masing, berlangsung sejak April 2023. Konflik telah memutus jalur perjalanan, merusak pasar dan layanan dasar, serta membuat pengiriman bantuan lebih mahal dan berbahaya. Skau menggambarkan perjalanan yang sebelum perang dapat ditempuh sekitar enam jam antara El Obeid dan El Fasher kini memerlukan rangkaian penerbangan dan perjalanan darat selama beberapa hari karena jalur lintas garis pertempuran tidak tersedia.
Karena itu, berhentinya satu jaringan logistik dapat berdampak jauh melampaui jumlah barang di gudang. IOM menjelaskan bahwa gangguan akan melemahkan kemampuan lebih dari 100 mitra untuk memobilisasi bantuan secara cepat dan bahwa membangun kembali rantai pasokan yang terputus akan mahal serta memakan waktu. Hujan lebat, banjir, dan kerusakan tempat tinggal juga dapat memicu perpindahan berulang serta memperbesar risiko penyakit, kekerasan berbasis gender, pemisahan keluarga, dan pengusiran dari lokasi yang sudah padat.
Apa yang dapat dan belum dapat dipastikan
Data IOM mencatat 8,6 juta orang masih mengungsi di dalam Sudan dan 4,9 juta orang telah kembali. Angka WFP tentang 14 juta orang mengungsi memakai cakupan yang lebih luas, sehingga kedua angka itu tidak seharusnya diperlakukan sebagai kontradiksi atau dijumlahkan. Perbedaan definisi, periode, dan cakupan adalah bagian penting ketika membaca statistik konflik.
Peringatan 14 September menunjukkan tekanan operasional yang mendesak, tetapi tidak memastikan kapan atau di mana setiap layanan akan dipotong. Besarnya pengurangan bergantung pada pendanaan, akses yang diberikan pihak-pihak berkonflik, keamanan pekerja dan konvoi, serta perubahan kebutuhan warga. Yang sudah jelas dari dokumen resmi ialah bahwa kapasitas yang tersedia tidak sama dengan bantuan yang benar-benar dapat disalurkan apabila dana dan akses tidak mencukupi.



