Artikel berita dan konteks dengan sumber rujukan. Perhatikan tanggal terbit dan tanggal sumber.
Tembakan mengenai dan merusak sejumlah tenda di lokasi pengungsian di wilayah utara Rafah, Gaza, pada Selasa, menurut Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA). Insiden itu dilaporkan menyebabkan korban luka dan memaksa sebuah organisasi mitra kemanusiaan meninggalkan kawasan tersebut. UN News, dalam laporan yang terbit pada 4 November 2026, menyebut organisasi itu sedang melakukan pekerjaan pengendalian banjir menjelang musim hujan.
Gangguan keamanan di sekitar kegiatan bantuan
Dalam pembaruan pada Rabu, OCHA juga melaporkan tembakan senjata ringan di dekat fasilitas yang dikontrak PBB di Deir al Balah serta di sekitar konvoi yang diorganisasi PBB di Rafah. Kedua kejadian tersebut berlangsung pada hari yang sama dengan insiden di lokasi pengungsian. Tidak ada laporan staf PBB terluka atau kerusakan akibat kedua kejadian itu.
Rangkaian insiden tersebut terjadi di tengah laporan berlanjutnya serangan yang mengenai kawasan berpenduduk dan menimbulkan korban sipil di berbagai bagian Jalur Gaza. Juru bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stephane Dujarric, menegaskan bahwa warga sipil, termasuk pekerja kemanusiaan, harus selalu dilindungi. Ia juga menyerukan agar objek sipil, termasuk fasilitas dan kendaraan kemanusiaan, tidak menjadi sasaran.
Bantuan bagi keluarga yang kehilangan tempat tinggal
Meski situasi keamanan belum kondusif, kegiatan bantuan tetap berjalan. Menurut laporan UN News, pada pekan terakhir Oktober, PBB bersama para mitranya membantu lebih dari 70 rumah tangga yang kehilangan tempat tinggal sementara serta barang-barang mereka. Kehilangan itu terjadi dalam berbagai insiden, mulai dari serangan udara hingga kebakaran rumah tangga.
Bantuan bagi keluarga yang kehilangan tempat tinggal tersebut berlangsung dalam periode yang sama dengan layanan perlindungan anak. Sementara itu, insiden di utara Rafah mengganggu pekerjaan pengendalian banjir: organisasi mitra yang menjalankannya harus meninggalkan kawasan setelah tembakan mengenai tenda-tenda pengungsi.
Dukungan psikososial dan perlindungan anak
Pada pekan terakhir Oktober, mitra perlindungan anak menjangkau hampir 4.500 anak laki-laki dan perempuan serta lebih dari 2.000 pengasuh dengan dukungan kesehatan mental dan psikososial. Mereka juga mengidentifikasi hampir 200 anak yang memerlukan bantuan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.
Di antara anak-anak yang teridentifikasi itu, 20 anak tidak didampingi atau terpisah dari keluarga, sedangkan 17 lainnya mengalami luka. Dukungan lanjutan tetap diberikan kepada lebih dari 2.000 anak yang sebelumnya telah diidentifikasi membutuhkan layanan tersebut. Para mitra juga menyediakan voucer pembelian pakaian musim gugur bagi lebih dari 1.000 anak tanpa pengasuhan orang tua.
Panen zaitun di Tepi Barat turut terkendala
Di Tepi Barat, OCHA melaporkan bahwa panen zaitun terus terganggu oleh kekerasan pemukim Israel dan pembatasan akses warga Palestina menuju kebun mereka. Mitra ketahanan pangan telah menyediakan peralatan dan mesin panen di hampir 80 persen dari seluruh titik rawan yang teridentifikasi.
Mitra perlindungan juga mendukung kegiatan panen oleh relawan serta kehadiran pendamping untuk melindungi petani Palestina. Namun, menurut OCHA, bantuan di sebagian besar lokasi hanya dapat menjangkau sejumlah terbatas pemetik zaitun. Kekurangan pendanaan, kekerasan, dan pembatasan Israel disebut sebagai kendalanya.



