FotoSudut Gaza3 menit
OCHA melaporkan tembakan merusak sejumlah tenda pengungsi di utara Rafah dan memaksa mitra kemanusiaan meninggalkan lokasi. Insiden terjadi saat organisasi itu mengerjakan pengendalian banjir menjelang musim hujan.
FotoSudut Gaza3 menit
WHO memperingatkan keterlambatan obat, prostetik, dan perlengkapan kesehatan dapat berdampak parah bagi warga Gaza. Kebutuhan tempat berlindung juga meningkat menjelang musim dingin.
FotoSudut Gaza3 menit
Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menegaskan kekejaman pada 7 Oktober tidak dapat dibenarkan. Ia juga mendesak gencatan senjata permanen dan penyaluran bantuan kemanusiaan dalam skala besar ke Gaza.
Ilustrasi AISudut Gaza3 menit
Kantor HAM PBB melaporkan penyempitan ruang hidup, serangan terhadap lokasi pengungsian, dan rusaknya infrastruktur sipil di Gaza. Ratusan keluarga kembali mengungsi setelah insiden di Al Shujaiyeh.
FotoSudut Gaza3 menit
OCHA melaporkan 69 warga Palestina, lebih dari separuhnya anak-anak, kehilangan tempat tinggal setelah bangunan hunian mereka di At Tur dibongkar. Peristiwa ini menjadi penggusuran terbesar akibat satu pembongkaran di wilayah tersebut sejak pencatatan dimulai pada 2009.
FotoSudut Gaza3 menit
Sekitar 950.000 orang tinggal di lokasi pengungsian yang berisiko sedang hingga tinggi terhadap banjir. Operasi bantuan PBB juga menghadapi penutupan jalur, keterbatasan dana, dan ancaman keamanan.
Ilustrasi AISudut Gaza3 menit
Kepala HAM PBB Volker Türk memperingatkan bahwa operasi Israel di Hebron menimbulkan kekhawatiran serius mengenai pembersihan etnis. PBB dan mitranya membantu lebih dari 3.000 warga yang dievakuasi.
FotoSudut Gaza3 menit
Nidaa, Hanaa, dan Hanin berusaha mempertahankan atau membangun kembali sumber pendapatan keluarga di Gaza. Dukungan modal dan pelatihan membantu, tetapi kerusakan infrastruktur serta kelangkaan bahan tetap menjadi hambatan besar.
FotoSudut Gaza3 menit
WHO menyerukan perlindungan dan penguatan layanan kesehatan di Mediterania Timur. Konflik, serangan terhadap fasilitas kesehatan, krisis pengungsian, dan penurunan pendanaan memperberat kebutuhan kawasan.
FotoSudut Gaza3 menit
Lebih dari setahun setelah kesepakatan gencatan senjata diumumkan, anak-anak Gaza masih menghadapi kematian, pengungsian, kerusakan sanitasi, dan terhambatnya kebutuhan dasar.
FotoSudut Gaza3 menit
Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menyoroti pembatasan pergerakan, potensi penggusuran, serta dampaknya terhadap layanan dasar dan mata pencaharian warga Palestina.
FotoSudut Gaza3 menit
Sekitar dua juta orang di Gaza masih membutuhkan bantuan tempat tinggal. Menjelang musim dingin, keluarga pengungsi berupaya melindungi tenda dan bangunan rusak dari hujan serta ancaman banjir.
FotoSudut Gaza3 menit
Sedikitnya 160 serangan pemukim Israel terkait panen zaitun tercatat dalam dua pekan pertama Oktober. PBB mendesak tindakan segera untuk melindungi petani dan menjamin akses aman ke lahan mereka.
FotoSudut Gaza3 menit
WFP mengurangi bantuan pangan di Jalur Gaza sekitar sepertiga akibat kekurangan pendanaan. Sekitar 500.000 orang terdampak ketika musim dingin mendekat dan kerawanan pangan masih tinggi.
FotoSudut Gaza3 menit
Sedikitnya enam warga Palestina, termasuk anak-anak, tewas dalam serangan Israel di Gaza pada akhir pekan. Di Tepi Barat, kekerasan saat panen zaitun turut mengancam keselamatan dan mata pencaharian petani.
FotoSudut Gaza2 menit
Di tengah dampak konflik yang terus berlangsung, ribuan keluarga di Gaza masih mencari kabar tentang kerabat yang hilang. Keterbatasan pencarian, pemulihan jenazah, dan kapasitas forensik memperpanjang penantian mereka.
FotoSudut Gaza3 menit
Laporan OCHA untuk periode 24–30 Agustus menunjukkan bahwa warga Gaza menghadapi risiko banjir, penyakit, dan kekurangan air ketika persiapan musim hujan terhambat kerusakan infrastruktur, pembatasan akses, dan kekurangan dana.
FotoSudut Gaza3 menit
Bantuan kemanusiaan mencapai warga melalui penilaian kebutuhan, negosiasi akses, pemeriksaan kargo, koordinasi logistik, distribusi lokal, dan pemantauan yang berlapis.