Artikel berita dan konteks dengan sumber rujukan. Perhatikan tanggal terbit dan tanggal sumber.
PT Bank KB Indonesia Tbk mencatat penyaluran kredit sebesar Rp45,68 triliun hingga September 2026. Menurut Kompas.com, nilainya tumbuh 3,07 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dengan segmen wholesale banking menjadi salah satu penopang. Perusahaan menegaskan ekspansi tersebut tetap dilakukan secara selektif di tengah tantangan profitabilitas dan persaingan likuiditas industri perbankan.
Wholesale dan korporasi menopang pertumbuhan
Pertumbuhan penyaluran kredit KB Bank ditopang segmen wholesale banking yang meningkat 11 persen secara tahunan. Sementara itu, Kontan melaporkan kredit korporasi bank tersebut tumbuh 8,8 persen secara year-to-date hingga September 2026. Perbedaan angka itu menggunakan dasar perbandingan dan cakupan segmen yang berbeda.
Wholesales Director KB Bank Widodo Suryadi mengatakan perusahaan mengoptimalkan pembiayaan pada sejumlah sektor produktif. Fokusnya antara lain mencakup infrastruktur, aktivitas rantai pasok, dan pembiayaan yang mendukung kegiatan ekspor.
KB Bank juga melihat peluang pembiayaan pada infrastruktur digital, otomotif, logistik, kesehatan, ritel, serta pertanian dan perkebunan. Menurut Widodo, pengembangan bisnis pada sektor-sektor itu dijalankan secara selektif dengan mempertimbangkan prospek industri, fundamental usaha, serta kualitas dan keberlanjutan setiap transaksi.
Kualitas portofolio tetap menjadi perhatian
Direktur Utama KB Bank Kunardy Darma Lie menyatakan pertumbuhan bisnis perlu berjalan bersama penguatan fundamental perusahaan. Dalam keterangan tertulis pada 31 Oktober 2026, ia menyebut perusahaan akan memperhatikan kualitas portofolio kredit, pengelolaan pendanaan, dan disiplin risiko untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemangku kepentingan.
Di tengah ekspansi tersebut, KB Bank melanjutkan penyehatan portofolio melalui pengelolaan kredit secara berkelanjutan, penyelesaian kredit bermasalah, dan penerapan prinsip kehati-hatian untuk kredit baru. Rasio loan at risk tercatat 21,62 persen pada September 2026, lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Untuk kredit korporasi, Widodo mengatakan rasio kredit bermasalah atau NPL tetap berada di bawah ketentuan regulator hingga September 2026. Menurutnya, kondisi tersebut didukung strategi pertumbuhan selektif dan pemantauan risiko berkelanjutan, termasuk penilaian prospek usaha, kinerja dan kemampuan membayar debitur, kualitas transaksi, serta kegiatan operasional debitur.
Pendapatan bunga bersih meningkat
Dari sisi pendapatan, KB Bank membukukan pendapatan bunga bersih sebesar Rp926 miliar hingga September 2026. Angka tersebut meningkat 28,94 persen secara tahunan, sementara net interest margin membaik menjadi 1,71 persen.
Total aset perusahaan mencapai Rp82,91 triliun pada akhir September 2026. KB Bank menyatakan terus mengoptimalkan pengelolaan aset produktif dan liabilitas untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, struktur pendanaan, dan kualitas portofolio.
Pendanaan dan tantangan profitabilitas
Dana pihak ketiga KB Bank tercatat Rp44,58 triliun, termasuk dana murah atau current account and savings account sebesar Rp13,01 triliun. Untuk memperkuat pendanaan, perusahaan mengembangkan hubungan dengan nasabah korporasi dan ritel, meningkatkan aktivitas transaksi, serta mengoptimalkan komposisi dana guna mendukung fungsi intermediasi.
Perusahaan menyebut masih menghadapi tantangan profitabilitas di tengah dinamika makroekonomi, volatilitas nilai tukar, dan ketatnya persaingan likuiditas. Meski demikian, Kunardy menyampaikan optimisme bahwa berbagai inisiatif strategis akan mendukung perbaikan kinerja berkelanjutan dan memperkuat fundamental bisnis hingga akhir 2026.


