Artikel edukasi dengan sumber rujukan yang tercantum di bawah.
Pada malam yang cerah, bintang-bintang dapat terlihat berkelip atau berubah kecerahan dengan cepat. Pemandangan ini memberi kesan seolah-olah cahaya mereka terus berubah. Kelap-kelip cepat yang kita lihat dari Bumi terutama terjadi karena cahaya bintang harus melewati atmosfer sebelum mencapai mata.
Cahaya melewati udara yang bergerak
Udara di atmosfer selalu bergerak. Gerakan yang juga disebut turbulensi ini membelokkan cahaya bintang sedikit demi sedikit selama perjalanannya menuju pengamat. Pada suatu saat, sebagian cahaya mencapai mata secara langsung. Sesaat kemudian, perubahan di udara dapat membelokkan sebagian cahaya ke arah lain. Pergeseran kecil yang berlangsung terus-menerus itu membuat bintang tampak berkedip.
Mengapa lebih jelas di dekat cakrawala?
Kuatnya efek tersebut juga bergantung pada posisi bintang di langit. Bintang yang terlihat dekat cakrawala biasanya berkelip lebih jelas daripada bintang yang berada lebih tinggi. Cahaya dari bintang dekat cakrawala harus melintasi bagian atmosfer yang lebih banyak sebelum sampai kepada kita. Lintasan yang lebih panjang memberi turbulensi udara lebih banyak kesempatan untuk membelokkan cahaya. Karena itulah, posisi pengamatan memengaruhi seberapa kuat kelap-kelip tampak.
Coba amati langit malam
Perbedaan ini dapat diamati sendiri ketika langit malam cerah dan gelap. Bandingkan bintang yang tampak rendah di dekat cakrawala dengan bintang lain yang berada lebih tinggi. Bintang yang rendah cenderung menunjukkan perubahan kecerahan yang lebih nyata karena cahayanya melewati lebih banyak atmosfer.
Dengan demikian, efek berkelip yang cepat tidak perlu dipahami sebagai perubahan yang sedang terjadi pada bintang itu sendiri. Efek tersebut terutama muncul selama perjalanan cahaya melalui lapisan udara Bumi. Atmosfer yang bergerak mengubah arah datangnya cahaya secara halus, lalu mata kita menangkap perubahan itu sebagai kilau yang naik-turun dari waktu ke waktu.



