EDUKASI

Artikel edukasi dengan sumber rujukan yang tercantum di bawah.

Di langit radio, sebagian objek mengirim denyut yang begitu teratur hingga dahulu sempat terasa ganjil. Kini astronom mengetahui bahwa sumbernya adalah pulsar: bintang neutron sangat rapat dan bermagnet kuat yang berputar cepat. Kesan berkedip bukan berasal dari seluruh bintang yang mati dan menyala kembali, melainkan dari geometri berkas radiasi yang menyapu ruang seperti cahaya mercusuar.

Sisa padat setelah sebuah bintang runtuh

Menurut NASA dan ESA, bintang neutron merupakan inti tersisa dari bintang masif setelah ledakan pada akhir hidupnya. Materi yang dahulu memenuhi bintang dipadatkan ke dalam bola berukuran kira-kira sebuah kota. Kombinasi ukuran kecil dan massa besar membuat objek ini memiliki kerapatan yang ekstrem.

Penyusutan itu juga membantu menjelaskan putarannya. Ketika inti bintang menjadi jauh lebih kecil, kekekalan momentum sudut dapat mempercepat rotasi, mirip seorang peseluncur yang berputar lebih cepat saat menarik lengan mendekati tubuh. Sebagian bintang neutron berotasi hingga ratusan kali per detik.

Denyut yang lahir dari arah pandang

Pulsar memancarkan berkas radiasi elektromagnetik dari kawasan dekat kutub magnetnya. Sumbu magnet tidak harus segaris dengan sumbu rotasi. Karena itu, ketika bintang neutron berputar, berkasnya menyapu langit membentuk kerucut, sebagaimana lampu mercusuar berputar di atas laut.

Pengamat di Bumi hanya menangkap denyut apabila salah satu berkas tersebut melintasi arah pandang kita. Setiap sapuan menghasilkan satu kilatan yang dapat terdeteksi dalam gelombang radio, cahaya tampak, sinar-X, atau sinar gamma, bergantung pada pulsarnya dan instrumen pengamatan. Jadi, jeda antar-denyut pada dasarnya mengikuti periode rotasi objek itu.

Mengapa tidak semua bintang neutron terlihat sebagai pulsar?

Geometri menjadi bagian penting dari jawabannya. Sebuah bintang neutron dapat memiliki berkas yang tidak pernah mengarah ke Bumi, sehingga teleskop kita tidak menerima pola denyutnya. Tidak melihat denyut bukan berarti objek tersebut tidak berputar atau tidak memancarkan energi; arah berkas mungkin sekadar tidak memotong posisi kita.

Pulsar juga berubah seiring waktu. NASA menjelaskan bahwa pulsar secara bertahap melambat ketika melepaskan energi. Apabila rotasinya akhirnya tidak lagi mampu mempertahankan proses yang menghasilkan berkas terdeteksi, denyutnya dapat menghilang. Dengan demikian, penampakan pulsar bergantung pada rotasi, medan magnet, mekanisme emisi, dan posisi pengamat sekaligus.

Jam alam untuk membaca ruang angkasa

Keteraturan denyut membuat pulsar lebih dari sekadar objek eksotis. Waktu kedatangan pulsa dapat diukur dengan sangat teliti. Jika sebuah wahana berubah posisi, pulsa dari beberapa arah akan tiba sedikit lebih awal atau lebih lambat daripada perkiraan, sehingga pola tersebut dapat membantu perhitungan navigasi mandiri di ruang angkasa.

Denyut yang teratur juga memberi astronom cara untuk memantau perubahan rotasi dan lingkungan sekitar bintang neutron. Setiap pulsa adalah hasil pertemuan antara fisika ekstrem di dekat objek dan garis pandang yang tepat menuju teleskop kita—sebuah mercusuar kosmik yang tampak berkedip karena alam semesta sedang berputar.

Sumber & bacaan lanjutan

Teruskan rasa ingin tahumu.Semua cerita di kanal ini